• +62 81296890687
  • info@p-adri.or.id

Profile

Pembangunan Indonesia berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Ketiga (2015 s.d. ­2019) adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian dengan berbasis pada Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, serta kemampuan dalam Iptek.


Daya saing Indonesia berdasarkan Global Competititveness Report yang dirilis World Economic Forum (WEP), Indonesia menempati urutan ke-37 dari 140 negara pada tahun 2015-2016, sementara pada tahun 2014-2015 Indonesia berada pada peringkat ke-34.  Indonesia juga kalah dari negara tetanggal; Singapura diposisi ke-2, malaysia ke-18, dan Tahilan ke-32.


Penilaian WEF mengacu pada 113 indikator yang dikelompokan dalam 12 pilar, yaitu (1) institusi atau birokrasi, (2) infrastruktur, (3) kondisi atau situasi ekonomi makro, (4) kesehatan dan pendidikan dasar, (5) pendidikan tingkat atas atau pelatihan, (6) efisiensi pasar, (7) efisiensi tenaga kerja, (8) pengembangan pasar finasial, (9) kesiapan teknologi, (10) ukuran pasar, (11) lingkungan bisnis dan (12) inovasi.


ADRI sebagai organisasi profesi para Dosen hanya akan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional untuk meningkatkan daya saing, jika pembangunan iptek dan pendidikan tinggi mampu menghasilkan produk teknologi dan inovasi serta sumber daya manusia yang terampil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau dapat menjadi solusi bagi permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat.


Dosen merupakan sumberdaya manusia perguruan tinggi yang memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam seluruh aktivitas di perguruan tinggi sebagaimana terkandung dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Permen Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen. Kualitas dosen akan sangat menentukan tinggi-rendahnya kualitas suatu perguruan tinggi, dan pada gilirannya menentukan pula tinggi-rendahnya kualitas generasi bangsa di masa yang akan datang.


Memahami kondisi tersebut maka Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI), dibentuk untuk membantu Dosen menjadi tenaga yang berkompetensi, profesional, sejahtera. ADRI sebagai organisasi profesi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)      Ikatan utama para anggota adalah kebanggan dan kehormatan

2)      Tujuan utama adalah menjaga martabat dan kehormatan profesi.

3)      Kedudukan dan hubungan antar anggota bersifat persaudaraan

4)      Memiliki sifat kepemimpinan kolektif

5)      Mekanisme pengambilan keputusan atas dasar kesepakatan.

ADRI sebagai organisasi profesi pendidikan memiliki fungsi pemersatu dan fungsi peningkatan kemampuan profesional. Sebagai fungsi pemersatu artinya organisasi profesi pendidikan mampu menyatukan anggotanya demi tujuan bersama, hal ini dikarenakan mereka memiliki motif yang sama. Motif yaitu dorongan yang menggerakan para profesional untuk membentuk organisasi keprofesian guna meningkatkan kemapuan profesional sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan anggota sebagai terumuskan dalam visi ADRI.


ADRI baru berdiri tanggal 30 Maret 2016, sejak berdiri sampai Maret 2017 (memasuki usia satu tahun), ADRI telah memiliki Dewan Pengurus Daerah: (1) DPD Jawa Barat; (2) DPD Bali; (3) DPD Jawa Timur; (4) DPD Kalimantan Barat, (5) DPD Jawa Tengah, (6) DPD Sumatera Barat, (7) DPD Lampung, (8) DPD, Kalimantan Utara (9) DPD Sulawesi Tengah.